Skip to content

Paging Eccy,PM me please soal lelang sprei, krn aku ga bs internetan. PC lg eror inetnya. Di HP jg sama, lewat zuhur mulai megap2 :(. Terimakasih.

Depan mobil SIM. Perpanjangan SIM A depan TMP Kalibata. Katanya sekitar 2jam lagi. Minggu lalu puas urus KTP KK sendiri di Kebayoran Lama Selatan. Gratis, tanpa pungli, seminggu jadi. Syukurlah, pegawai pemerintah di sana ngga korupsi, kerjanya cepat dan pelayanannya ramah, padahal tanggal tua. Rejekiku ketemu orang baik di imigrasi, di kelurahan,di tempat SIM dengan jalur resmi lho ya, non calo.

Tutup Total

Sabtu kemarin, 30 Agustus, saya ada perlu sebentar ke Mall Depok,beli kado ultah Rifqi, kagetnya ketika saya melihat Toys City, tutup total.

Toko ini salahsatu tempat saya beli kado kalau ada anak tetangga, atau kenalan yang ultah.

Kebayang sedihnya para pramuniaga, saya melihat, mereka melepas satu persatu kaca rak, mainan, gantungan, satu persatu dibereskan ke dalam dus.

Tinggal sedikit mainan yang masih dijual sampai hari ini, 31 Agustus 2008.Hari terakhir mereka membuka toko

Sambil mengobrol dengan mbak pramuniaga yang membantu saya membungkus kado Rifqi, dia bilang:”Pindah ke Mall Pejaten sih Bu, tapi belum tahu kapan, katanya 5 bulan lagi”. Setahu saya Mall Pejaten memang sedang dibangun, dekat kantor Republika

Lanjut lagi dengan kalimat selanjutnya: ” Mau Ramadhan,saya bingung, bagaimana…” Saya sendiri juga ikut bingung, kasihan, dan tidak tahu mesti menimpali pembicaraan bagaimana, setelah Matahari Dept Store di Mall Depok tutup, kondisi Mall ini seperti hidup segan mati tak mau. Mall ini sudah ada sejak saya menjelang lulus kuliah, mungkin sekitar 12-13 tahun? Saya lupa persisnya

Ah, semoga para pekerja toko itu masih mendapat pesangon, atau uang gaji untuk belanja kebutuhan hidup selama mereka menunggu pindah tugas ke tempat yang baru. Ya Allah, mudahkanlah mereka menghadapi Ramadhan dengan cobaan seperti itu….

Steak lama antri-Holycow Steak

Kemaren, karena rumah sedang di fogging, maka mengungsilah kami ke Jakarta, minus Bapak yang memang jadwal ngajarnya Sabtu.

Siang ke Gramedia, bedah buku backpacker Eropa, pulangnya, mampir ke Holycow Steak, Radio Dalam. Penasaran sama rasa wagyu steak, tapi diklaim dengan harga kaki lima.

Pas dateng, kru-nya berpakaian halloween, whua, tengkorak,nenek sihir, bajak laut, muka berdarah dll. Tapi keselip juga tinkerbell dan putri salju, hehe. Dan kami ternyata datang di jam yang salah, pas habis sholat maghrib, pas semua bangku terisi penuh.

Alhasil menunggu 40 menit, mana laper, bau steak menguar, hwaa, mau nangis rasanya. Tapi impas dengan rasanya. Seporsi gede bener, untuk aku dan Afra ternyata bisa berdua. Kalau ngga makan disana, ngga boleh bawa pulang/take away. Kesian aja sama eyang-eyang dan balita serta bayi yang dibawa kesana. Tempatnya kecil, di emper bengkel. Kapasitas di luar maksimal 35 orang, di dalam 20 orang. Kemaren aku dapet no 20, masih antri dibawahku 60 orang lagi. yang dateng jam 19.30 sudah ga dilayani.

Waaah, bener deh, pengalaman tak terlupakan. Jangan bawa mobil kalau kesini, parkirnya ribet. Aku dan Afra dateng naik taksi, pulang naik bajaj. Oya, range harga makanan untuk beef skewer 27 ribu, untuk steak mulai 40-95 ribu untuk seporsi steak, komplit dengan kentang dan sayuran. Side dishnya potato wedges 11 ribu.Pesen steaknya pake saus jamur ya, enaaak banget. Ada 2 pilihan lagi, bbq saus, dan black pepper. Kalo udah makan disana, boleh bungkus bawa pulang.

Minuman antara 6-15 ribu, kalau aku pesan 11ribu free refil boleh pilih, mau lemon tea, green tea atau blackcurrant tea. Ada juga cappucino, dan minuman lain. Ibu hamil gratis minuman pertama. Trus yang ulangtahun gratis makan sirloin steak, asal bawa KTP atau tanda pengenal.

Kencan yang puas berdua Afra, pulangnya bungkus untuk Hanif Iqi dan Uti Kakung.

Catatan:

  1. Ga rekomen bawa anak kecil balita, resto tenda, pas di pinggir jalan. Ibu-ibu di depanku berkali kali marahin anaknya, karena lari-lari mendekati ke jalan raya
  2. Ada ibu ibu pake highheels, bawa bayi 3 bulan di gendongan kainnya, kasian banget,kalau masih ribet sama bayi, jangan kesana deh Bu
  3. Ada rombongan 5 eyang eyang 70 tahun, duuuh, mereka juga ga kebagian didahulukan. Kalau eyang-eyang ngga kuat antri, jangan deh. Atau bawa bangku lipat sendiri. Ga ada bangku antrian disana, duduk di emper fotokopian sebelahnya
  4. Buka jam 18.30 sampe jam 21.00, last order nampaknya jam 19.30, tergantung sehabisnya steak ini, tapi tiap Selasa tutup ya.

[Hikmah] Kios Bensin Kejujuran

Siang tadi terperangah melihat berita, di Kediri, seorang Mbah Mukti Murah Harjo membuka kios bensin kejujuran. Kiosnya buka 24 jam. Pembeli silakan ambil sendiri bensinnya. Kemudian membayar dengan memasukkan uang di stoples plastik.

Apakah beliau untung selama 4 bulan ini? Tentu saja tidak. Selain uang di stoples sering hilang, sudah 91 botol bensin @ 1 liter-an yang raib dalam 4 bulan berjalan ini. Kerugian yang tidak sedikit mengingat beliau hanya berprofesi sebagai tukang becak.

Tapi beliau tidak putus asa. Selain ingin membantu pengendara motor yang kehabisan bensin tengah malam, beliau juga ingin menguji kejujuran masyarakat sekitar.

Pertanyaannya : Bisakah bertahan kios kejujuran semacam ini? Cuma nurani kita sendiri yang bisa menjawab.

Tidak mudah untuk jujur kalau sudah menyangkut uang. Sumbangan orang miskin yang diselewengkan,infaq yang tidak tertib pencatatan,sampai pada korupsi di mana-mana…..

Begitulaaah, renungan si Ummi selagi kena asma kambuhan. Mesti di rumah saja duduk manis liat tivi dan baca koran. Selamat akhir pekan teman, semoga kalian sehat semua yaaa .

[Jualan Buku] Antologi Pertamaku


Alhamdulillah, akhirnya punya antologi juga. Iyaaa, untuk penulis kawakan, tentu sudah ngga heran kalau tulisannya menjelma buku, antologi, resensi, artikel dan sebagainya. Tapi untuk saya, si Ummi-yang-sedang-belajar-menulis, senang sekali ketika antologi pertama ini terbit.

Jadi, antologi ini berjudul Dan Akupun Berjilbab. Kisah 1001 dibalik keputusan seseorang memakai jilbab. Tidak hanya di usia remaja, bahkan ada yang mendapatkan pencerahan ketika usia memasuki 40 tahun. Life begin at 40 banget yaaa, dan akupun terharu membaca pencarian seorang mbak akan keyakinan apa yang akan dia anut. Mengingat banyaknya kultur dan keyakinan di sekeliling mba tersebut.

Buku ini berisi kumpulan kisah nyata yang dialami para penulisnya, Berawal dari lomba yang digagas Dian (www.cambai.multiply.com) sampai beberapa fase, seleksi, maka jadilah buku ini. Terimakasih untuk Dian yang menjadi penanggung jawab penulisannya. Di sela kesibukan mengasuh si cantik Billa dan kehamilan kedua-nya.

Lalu, kisah apa lagi yang ada? Banyak tentunya, mulai dari kisah menggelitik saraf tertawa, sampai kisah sedih karena ditentang keluarga terdekat untuk berjilbab. Semua diramu dalam buku ini.

Oiya, keuntungan dari penjualan buku ini, insya Allah untuk Yayasan Rumah Dunia milik mas Gol A Gong dan mba Tias Tatanka, juga mas Toto ST Radik dan Ryo Revolta (alm)

Membeli buku ini berarti ikut membantu mewujudkan impian membangun sebuah komunitas belajar (jurnalistik, sastra,teater, rupa, suara dan film) bagi masyarakat di Serang-Banten

Info selengkapnya bisa dilihat di www.rumahdunia.net

PS. Sepertinya ini pertama kali saya berniat jualan buku.
Sampai lupa menyebutkan. Harganya @ Rp 41.0000.
Belum termasuk ongkos kirim lho

Ayooo membeli sambil beramal, insya Allah.
Ditunggu pesanannya ya, di saya hanya tersedia 25 buku lho…..
Siapa mau duluan membaca? Cocok juga untuk kado tentunya

Aku sedang di dokter gigi, nunggu lama juga sambil merenungi makna pertemanan, persahabatan, atau seduluran. Bukan apa, kadang aku bbm/ sms/telfon kawan/sedulur yang lama ga terhubung. Betapa kagetnya pas tau. Ada yang sakit lumayan parah, ada yang mau berpisah dengan pasangan, ada yang tidak bertegur sapa dengan kakak/adiknya berbulan-bulan. Bukan apa-apa sih, khusus untuk kawan/sedulur yang bermasalah. Yaaa, bukan ga perduli sih. Cuma kan ngga enak nanya2 ada apa dengan kehidupannya. Aku memilih menunggu teman/sedulur bercerita ketimbang kebanyakan bertanya. Jadi pointnya aku mau tanya. Sebaiknya kita bagaimana sih, mendingan nanya? Tapi kan itu privacy tiap manusia. Teman yang mau pisah sendiri bilang: “aku akan cerita kalau ditanya” Atau nunggu teman/sedulur cerita ada masalah apa saat ini? Ketimbang seperti sekarang, kadung kaget denger masalah2 yang ada koq ya berat2 sekali… Dan rasanya sudah berat, beberapa masalah itu sudah sulit untuk membantu :(

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Insya Allah Ngota, Bukan Mudik

Aha, istilah apa pula itu, ngota. Istilah yang saya bikin sendiri. Kalau mudik Lebaran kan kembali ke udik/kampung asal. Kalau saya sekeluarga insya Allah tahun ini akan ngota. Lebaran di ibukota negara. Tetap ada rasa kehilangan sih, biasanya malam ke 25 atau bahkan malam ke 23 Ramadhan kami sudah membelah Pantura. Cikampek diteruskan perjalanan menuju titik tengah pulau Jawa. Pulang mudik ke mertua.
Tapi kali ini, selain memang bergantian, mertua saya baru menghabiskan liburan sebulan Sya’ban di rumah kami. Ditengoki, kami pun ditemani jalan-jalan. Anak-anak pun senang dipijeti dan diceritakan dongeng oleh Mbahnya. Oh iya, sejak menikah kami memang adil, 60% Lebaran dihabiskan di rumah mertua. Sedangkan sisanya, 20% di Jakarta. Itupun karena saya habis melahirkan, habis sakit berat atau hal khusus. 20% lagi tidak di kedua tempat itu. Tapi di negara lain, ketika kami sedang tidak di Indonesia.
60% berbanding 20% koq adil? Iyalah….adil menurut versi kami. Orang tua saya tinggal di Jakarta. Insya Allah setiap bulan saya bisa berkunjung ke orang tua. Atau paling telat 2 bulan sekali jika memang sedang repot. Toh perjalanan hanya sekitar 30 km saja. Tapi kadang ngga ketemu, karena malah orangtua saya sedang seminar, gantian dengan suami yang tugas luar kota beberapa minggu. Jadi waktunya ngga klop.
Orangtua suami di tengah pulau Jawa. Kota Kabupaten yang tidak bisa didarati pesawat udara. Biasanya suami nyetir sendiri ke sana. Perjalanan paling cepat 8 jam, pernah sekali kena macet, kami 17 jam di kendaraan. Widiw, heboh deh. Padahal kami selalu berangkat malam supaya adem. Tapi tetap macet mermbuat anakanak kepanasan. Oh ya, sulung kami, Afra, bahkan sudah diajak bermobil mudik sejak usia 7 bulan. Adiknya, Hanif malah usia 4-5 bulan. Iqi saja yang baru merasakan mudik di usia lebih besar, 11 bulan. Karena ketika lahir pas Sya’ban, jadi saya tidak mudik ketika melahirkan Rifqi
Kembali ke cerita, senang juga kembali ke rumah orang tua dan menginap dalam waktu lama. Bisa saling curhat. Mendengarkan cerita Ibu tentang Bapak yang beranjak sepuh. Sudah begitu, ternyata Bapak ada sakitnya, tapi berkeras malas ke dokter dengan argumen “ah, Bapak kan sudah tua, memang fungsi alat tubuh sudah menurun”. Mesti menunggu adik no 2 saya datang ke Indonesia, karena dia anak Bapak paling dekat, seprofesi pula. Semoga bisa mengajak Bapak ke dokter.
Jadi tersadar Bapak Mama makin menua, banyak hal diceritakan malam ini. Tapi beliau berdua tidak mengeluh. Hanya bercerita. Dan saya baru sadar, beliau berdua sahabat yang tak pernah berkhianat. Selalu jujur menasehati dan menegur. Jadi ingin memanfaatkan waktu di ujung Ramadhan ini. Senyampang Allah masih memberi waktu. Senyampang masih bisa silaturahim dalam waktu lama bersama orang tua.
Begitulah, cerita saya Ngota yang dimulai hari ini…..
Ingin rasanya menyenangkan beliau berdua. Seperti beliau berdua menyayangi dan menyenangkan kami ketika kecil.
Senang sekali diimami Bapak shalat tarawih bersama anak cucu menantu.
Senang sekali bisa membawakan masakan kesukaan Bapak Ibu.
Senang melihat senyum beliau berdua
Semoga Allah meridhoi………………
Praja, 16 Agustus 2012

Teman MP-ers, ada Info foto studio keluarga yang bagus dan terjangkau di Jaksel? Lebaran kali ini, insya Allah komplit keluarga besarku, biasanya, aku di mertua, adikku kuliah di Oz. Kali ini, senyampang semua ada, mau berfoto untuk kenangan…..